Sejarah Makanan Islam Lengkap: Dari Kurma Ajwa, Madu, hingga Hidangan Timur Tengah

Feb 11, 2026 22 mins read

perjalanan kuliner penuh makna yang telah diwariskan sejak zaman Rasulullah ﷺ hingga berkembang menjadi kekayaan cita rasa khas Timur Tengah. Dari keutamaan kurma Ajwa dan madu sebagai superfood sunnah, hingga beragam hidangan tradisional yang sarat gizi dan nilai spiritual, artikel ini menghadirkan kisah, manfaat kesehatan, serta budaya di balik setiap sajian.

sejarah-makanan-islam-lengkap-dari-kurma-ajwa-madu-hingga-hidangan-timur-tengah.png

Sejarah Makanan Islam Lengkap: Dari Kurma Ajwa, Madu, hingga Hidangan Timur Tengah

Makanan bukan sekadar kebutuhan fisik bagi seorang muslim. Dalam Islam, makanan memiliki dimensi ibadah, kesehatan, sejarah, bahkan spiritualitas. Apa yang kita makan tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga hati, akhlak, dan keberkahan hidup. Karena itulah, sejak zaman Rasulullah SAW, umat Islam diajarkan untuk memilih makanan yang halal, thayyib (baik), bersih, dan menyehatkan.

Jika kita menelusuri sejarah Islam, kita akan menemukan banyak makanan yang memiliki nilai istimewa. Mulai dari kurma Ajwa, madu, susu, zaitun, hingga berbagai hidangan khas Timur Tengah yang menjadi bagian dari peradaban Islam selama berabad-abad. Semua makanan tersebut bukan hanya lezat, tetapi juga sarat makna, tradisi, dan khasiat.

Artikel ini akan mengajak Anda memahami secara lengkap sejarah makanan Islam, mulai dari masa Nabi, perkembangan di dunia Arab, hingga pengaruhnya pada budaya modern. Disusun dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, agar pembaca setia alabsyar.com dapat menikmati informasi yang bermanfaat sekaligus inspiratif.


Konsep Makanan dalam Islam: Halal dan Thayyib

Sebelum membahas sejarahnya, penting untuk memahami fondasi utama makanan dalam Islam, yaitu konsep halal dan thayyib.

Halal

Halal berarti diperbolehkan menurut syariat. Makanan halal berasal dari bahan yang diizinkan dan diproses dengan cara yang sesuai aturan agama.

Thayyib

Thayyib berarti baik, bersih, sehat, dan bermanfaat. Artinya, meskipun halal, makanan tetap harus berkualitas dan tidak membahayakan tubuh.

Dari sinilah kita belajar bahwa Islam tidak hanya mengatur hukum, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup umatnya.


Makanan di Masa Rasulullah SAW

Pada masa Rasulullah SAW, kehidupan masyarakat Arab sangat sederhana. Pola makan pun tidak berlebihan. Kesederhanaan ini justru melahirkan gaya hidup sehat dan penuh berkah.

Beberapa makanan utama yang sering dikonsumsi antara lain:

  • Kurma
  • Roti gandum
  • Susu
  • Madu
  • Daging kambing
  • Zaitun

Makanan tersebut alami, minim olahan, dan kaya nutrisi.

Rasulullah SAW juga mengajarkan adab makan seperti tidak berlebihan, makan secukupnya, serta selalu bersyukur. Prinsip ini sangat relevan dengan gaya hidup sehat modern.


Kurma Ajwa: Buah Istimewa dari Madinah

Sejarah Kurma Ajwa

Kurma telah menjadi makanan pokok masyarakat Arab sejak ribuan tahun lalu. Namun di antara berbagai jenis kurma, Ajwa memiliki kedudukan paling istimewa.

Kurma Ajwa berasal dari Madinah dan dikenal sebagai kurma favorit Rasulullah SAW. Banyak riwayat menyebutkan keutamaannya.

Keutamaan Kurma Ajwa

Dalam hadis disebutkan bahwa mengonsumsi kurma Ajwa dapat menjadi perlindungan dari racun dan sihir. Selain itu, secara ilmiah kurma kaya akan:

  • Serat
  • Antioksidan
  • Zat besi
  • Energi alami

Tak heran jika kurma menjadi makanan utama saat berbuka puasa dan juga oleh-oleh khas haji umroh.

Kurma dalam Tradisi Islam

Kurma bukan hanya makanan, tetapi simbol keberkahan, kesederhanaan, dan sunnah Nabi.


Madu: Obat Alami yang Disebut dalam Al-Qur'an

Madu dalam Al-Qur'an

Allah SWT secara khusus menyebut madu dalam Al-Qur'an sebagai minuman yang mengandung penyembuh bagi manusia.

Ini menunjukkan bahwa madu memiliki kedudukan istimewa sejak zaman dahulu.

Khasiat Madu

Sejak masa Rasulullah SAW, madu digunakan sebagai obat alami untuk berbagai keluhan kesehatan. Hingga kini, penelitian modern membuktikan bahwa madu memiliki:

  • Sifat antibakteri
  • Meningkatkan imun tubuh
  • Baik untuk pencernaan
  • Sumber energi alami
Tradisi Konsumsi Madu

Banyak ulama menganjurkan madu sebagai bagian dari gaya hidup sehat ala sunnah.


Susu: Minuman Fitrah Manusia

Susu termasuk minuman yang sering dikonsumsi masyarakat Arab dan juga disebut dalam Al-Qur'an.

Rasulullah SAW menyukai susu karena kandungan gizinya yang lengkap. Susu menjadi simbol kesucian dan nutrisi alami.

Hingga kini, susu tetap menjadi bagian penting dalam pola makan sehat umat Islam.


Zaitun dan Minyak Zaitun: Emas Cair dari Timur Tengah

Zaitun dikenal sebagai tanaman yang diberkahi. Minyak zaitun digunakan tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga untuk kesehatan dan perawatan tubuh.

Khasiat minyak zaitun antara lain:

  • Menjaga kesehatan jantung
  • Menurunkan kolesterol
  • Baik untuk kulit
  • Sumber lemak sehat

Budaya konsumsi zaitun telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Islam selama berabad-abad.


Perkembangan Kuliner Islam di Dunia Arab

Seiring meluasnya wilayah Islam, makanan pun berkembang mengikuti budaya lokal.

Hidangan Timur Tengah

Beberapa makanan khas yang populer antara lain:

  • Nasi kebuli
  • Kebab
  • Hummus
  • Roti pita
  • Falafel
  • Kari daging kambing

Hidangan ini menggabungkan rempah-rempah alami, protein, dan karbohidrat seimbang.

Pengaruh Perdagangan

Perdagangan antar wilayah membuat rempah dan bahan makanan saling bertukar. Inilah yang memperkaya cita rasa kuliner Islam.


Filosofi Makanan dalam Peradaban Islam

Makanan dalam Islam bukan hanya soal rasa, tetapi juga nilai-nilai berikut:

1. Kesederhanaan

Islam melarang berlebihan. Makan secukupnya lebih baik daripada berfoya-foya.

2. Kebersamaan

Makan bersama mempererat ukhuwah dan kasih sayang.

3. Berbagi

Memberi makanan kepada orang lain adalah bentuk sedekah terbaik.


Makanan sebagai Oleh-Oleh Haji dan Umroh

Sejak dahulu, jamaah haji membawa makanan khas Tanah Suci sebagai tanda cinta untuk keluarga di rumah.

Beberapa oleh-oleh favorit:

  • Kurma Ajwa
  • Kurma sukari
  • Madu Arab
  • Coklat kurma
  • Kacang Arab

Oleh-oleh ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan religius.

Di sinilah makanan menjadi penghubung antara pengalaman spiritual di Tanah Suci dengan keluarga di rumah.


Relevansi Sejarah Makanan Islam di Era Modern

Di zaman modern, makanan instan dan olahan berlebihan semakin mendominasi. Akibatnya, banyak masalah kesehatan muncul.

Konsep makanan sunnah justru menawarkan solusi:

  • Alami
  • Minim proses
  • Kaya nutrisi
  • Seimbang

Kembali pada pola makan Islami berarti kembali pada gaya hidup sehat.


Tips Memilih Makanan Sehat ala Sunnah

  1. Pilih bahan alami
  2. Hindari berlebihan
  3. Perhatikan kehalalan
  4. Konsumsi secukupnya
  5. Utamakan makanan bernutrisi tinggi

Menghidupkan Sunnah Melalui Makanan

Mengonsumsi kurma, madu, atau zaitun bukan hanya soal kesehatan. Ia juga menjadi cara sederhana untuk meneladani Rasulullah SAW.

Setiap suapan bisa menjadi ibadah jika diniatkan dengan benar.


Penutup

Sejarah makanan Islam adalah kisah tentang keberkahan, kesehatan, dan keteladanan. Dari kurma Ajwa yang penuh manfaat, madu yang menjadi obat alami, hingga hidangan Timur Tengah yang kaya tradisi, semuanya menunjukkan bahwa Islam mengajarkan gaya hidup seimbang dan menyehatkan.

 

Info kontak supplier oleh oleh haji dan umroh  085935000517       

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie Kebijakan Cookie