Cara Menjalankan Umroh Sesuai Sunnah Nabi

Aug 06, 2026 34 mins read

Cara Menjalankan Umroh Sesuai Sunnah Nabi merupakan panduan bagi setiap muslim yang ingin melaksanakan ibadah umroh dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Mulai dari niat, berihram, thawaf, sa'i, hingga tahallul, setiap rangkaian ibadah memiliki tata cara yang telah dicontohkan dalam sunnah. Dengan memahami dan mengamalkan tuntunan tersebut, ibadah umroh menjadi lebih khusyuk.

cara-menjalankan-umroh-sesuai-sunnah-nabi.png

Cara Menjalankan Umroh Sesuai Sunnah Nabi

Ibadah umroh merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meskipun hukumnya berbeda dengan haji, umroh memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW sendiri telah memberikan contoh bagaimana tata cara menjalankan umroh yang benar sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, setiap muslim yang memiliki kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci sebaiknya memahami tata cara umroh sesuai sunnah Nabi agar ibadah yang dilakukan menjadi sah, sempurna, dan mendapatkan pahala yang maksimal.

Sayangnya, masih banyak jamaah yang hanya menghafal urutan pelaksanaan umroh tanpa memahami makna dari setiap ibadah yang dilakukan. Padahal, memahami hikmah di balik setiap amalan akan membuat ibadah terasa lebih khusyuk dan bermakna.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari secara lengkap bagaimana cara menjalankan umroh sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan hingga tahallul sebagai penutup rangkaian ibadah umroh.


Apa Itu Umroh?

Umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah di Kota Makkah untuk melaksanakan beberapa rangkaian ibadah tertentu, yaitu:

  • Ihram dari miqat.
  • Tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran.
  • Sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
  • Tahallul dengan mencukur atau memotong rambut.

Berbeda dengan ibadah haji yang hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu, umroh dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun.


Keutamaan Menjalankan Umroh

Sebelum memahami tata caranya, penting mengetahui keutamaan umroh berdasarkan hadis Rasulullah SAW.
Di antara keutamaannya adalah:

  • Menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara dua umroh.
  • Menjadi salah satu bentuk jihad bagi wanita, lansia, dan orang yang tidak mampu berperang.
  • Mendatangkan ketenangan hati dan memperkuat keimanan.
  • Menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
  • Mendapatkan pahala yang sangat besar apabila dilakukan dengan ikhlas.

Karena besarnya keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan menjalankan umroh sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan menghindari berbagai amalan yang tidak memiliki dasar syariat.


Persiapan Sebelum Berangkat Umroh

1. Meluruskan Niat

Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah niat.
Niat umroh harus benar-benar karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian, gelar haji atau umroh, maupun sekadar mengikuti tren.
Keikhlasan menjadi fondasi diterimanya seluruh amal ibadah.


2. Memahami Manasik Umroh

Sebelum berangkat, setiap jamaah dianjurkan mengikuti manasik umroh.
Melalui manasik, jamaah akan mempelajari:

  • Rukun umroh.
  • Wajib umroh.
  • Sunnah-sunnah umroh.
  • Larangan saat ihram.
  • Doa-doa yang dianjurkan.

Dengan memahami manasik, jamaah tidak akan mudah bingung ketika berada di Tanah Suci.


3. Menyiapkan Perlengkapan Umroh

Persiapkan perlengkapan sejak jauh hari seperti:

  • Kain ihram.
  • Sabuk ihram.
  • Sandal.
  • Sajadah.
  • Al-Qur'an.
  • Tasbih.
  • Botol semprot wudhu.
  • Obat-obatan pribadi.
  • Masker.
  • Pelembap tanpa pewangi.
  • Sandal cadangan.

Persiapan yang matang akan membuat ibadah lebih nyaman.


Rukun Umroh Sesuai Sunnah Nabi

Rukun umroh adalah amalan yang wajib dilakukan. Apabila salah satu rukun ditinggalkan, maka umroh menjadi tidak sah.
Rukunnya terdiri dari:

  1. Ihram.
  2. Tawaf.
  3. Sa'i.
  4. Tahallul.
  5. Tertib.

Mari kita bahas satu per satu.


1. Ihram

Ihram adalah niat memasuki ibadah umroh.
Sebelum berihram, Rasulullah SAW mencontohkan beberapa amalan sunnah.

Sunnah Sebelum Ihram

  • Mandi terlebih dahulu.
  • Memotong kuku jika diperlukan.
  • Merapikan kumis.
  • Menggunakan pakaian ihram yang bersih.
  • Memakai wewangian sebelum berniat ihram (khusus sebelum niat, bukan setelahnya).

Laki-laki mengenakan dua lembar kain ihram tanpa jahitan.
Sedangkan wanita memakai pakaian yang menutup aurat tanpa menggunakan cadar dan sarung tangan.


Miqat

Niat ihram dilakukan ketika berada di miqat sesuai jalur perjalanan.
Jangan melewati miqat tanpa berniat ihram apabila memang berniat melaksanakan umroh.


Bacaan Niat Umroh

Labbaika 'umratan

Artinya:

"Aku memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umroh."

Setelah berniat, jamaah mulai memasuki keadaan ihram dan harus menjaga larangan-larangan ihram.


Larangan Saat Ihram

Beberapa larangan ihram antara lain:

  • Memotong kuku.
  • Memotong rambut.
  • Memakai parfum setelah niat.
  • Berburu hewan darat.
  • Melakukan hubungan suami istri.
  • Melamar atau menikah.
  • Menutup kepala bagi laki-laki.
  • Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki.

Wanita tetap boleh memakai pakaian yang dijahit karena memang itulah pakaian syar'i mereka.


Memperbanyak Talbiyah

Setelah berihram, sunnah memperbanyak membaca talbiyah.

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak.

Talbiyah dibaca hingga akan memulai tawaf.


2. Tawaf Mengelilingi Ka'bah

Setibanya di Masjidil Haram, jamaah segera menuju Ka'bah untuk melaksanakan tawaf.
Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran.
Putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.


Tata Cara Tawaf

  • Berwudhu.
  • Menutup aurat.
  • Memulai dari Hajar Aswad.
  • Ka'bah berada di sebelah kiri.
  • Berjalan tujuh putaran.
  • Tidak saling mendorong.
  • Memperbanyak doa dan dzikir.

Tidak ada doa khusus yang diwajibkan pada setiap putaran.

Jamaah boleh membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa sesuai kebutuhan, atau membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.


Rukun Yamani

Saat melewati Rukun Yamani, apabila memungkinkan dapat mengusapnya tanpa mencium.
Apabila tidak memungkinkan, cukup berjalan tanpa memberi isyarat.


Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Disunnahkan membaca:

Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar.


Shalat Dua Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah tawaf selesai, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat apabila memungkinkan.
Jika kondisi sangat padat, boleh dilakukan di tempat lain dalam Masjidil Haram.


Minum Air Zamzam

Setelah shalat sunnah, Rasulullah SAW mencontohkan meminum air zamzam.
Saat meminum air zamzam, jamaah dapat berdoa memohon:

  • Ilmu yang bermanfaat.
  • Rezeki yang halal.
  • Kesembuhan penyakit.
  • Keberkahan hidup.

3. Sa'i Antara Bukit Shafa dan Marwah

Sa'i merupakan perjalanan antara Bukit Shafa menuju Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.
Dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah.


Tata Cara Sa'i

  1. Naik ke Bukit Shafa.
  2. Menghadap Ka'bah apabila terlihat.
  3. Bertakbir.
  4. Berdoa.
  5. Berjalan menuju Marwah.
  6. Laki-laki disunnahkan berlari kecil di antara dua lampu hijau.
  7. Wanita tetap berjalan biasa.
  8. Ulangi hingga tujuh kali perjalanan.

Dzikir Saat Sa'i

Tidak ada bacaan wajib.
Jamaah bebas memperbanyak:

  • Istighfar.
  • Tasbih.
  • Tahmid.
  • Tahlil.
  • Shalawat.
  • Doa-doa terbaik.

4. Tahallul

Tahallul dilakukan setelah sa'i selesai.
Bagi laki-laki lebih utama mencukur habis rambut.
Jika tidak memungkinkan, minimal memendekkan seluruh bagian rambut.
Wanita cukup memotong ujung rambut sekitar satu ruas jari.
Setelah tahallul selesai, seluruh larangan ihram telah berakhir.
Dengan demikian, rangkaian umroh selesai dilaksanakan.


Sunnah-Sunnah Selama Umroh

Selain rukun umroh, Rasulullah SAW juga mengajarkan berbagai amalan sunnah, antara lain:

  • Memperbanyak dzikir.
  • Memperbanyak istighfar.
  • Membaca Al-Qur'an.
  • Memperbanyak doa.
  • Bersedekah.
  • Membantu jamaah lain.
  • Menjaga kebersihan.
  • Menjaga lisan.
  • Menahan amarah.
  • Memperbanyak shalat sunnah.

Semakin banyak ibadah yang dilakukan di Tanah Suci, semakin besar pula peluang mendapatkan pahala.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Jamaah

Agar umroh semakin sempurna, hindari beberapa kesalahan berikut.

1. Berdesakan Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad merupakan sunnah, bukan kewajiban.
Apabila kondisi padat, cukup memberi isyarat dari kejauhan.


2. Mengkhususkan Doa Setiap Putaran

Tidak ada hadis shahih yang mewajibkan doa tertentu pada setiap putaran tawaf.
Berdoalah sesuai kebutuhan.


3. Berbicara Hal yang Tidak Bermanfaat

Tanah Suci adalah tempat terbaik untuk memperbanyak ibadah.
Hindari obrolan yang tidak memberikan manfaat.


4. Sibuk Berfoto

Mengabadikan momen tidak dilarang selama tidak mengganggu ibadah.
Namun, jangan sampai fokus utama berubah dari beribadah menjadi dokumentasi.


5. Tidak Menjaga Adab

Sikap sopan, sabar, dan menghormati sesama jamaah merupakan bagian dari akhlak yang sangat dianjurkan.


Tips Agar Umroh Lebih Khusyuk

Berikut beberapa tips yang dapat membantu meningkatkan kekhusyukan selama beribadah:

  • Pelajari makna setiap rukun umroh.
  • Hafalkan doa-doa penting.
  • Perbanyak membaca Al-Qur'an.
  • Kurangi penggunaan telepon genggam.
  • Istirahat yang cukup.
  • Minum air yang cukup.
  • Jaga kesehatan.
  • Bersikap sabar ketika menghadapi keramaian.
  • Hindari perdebatan.
  • Fokus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Dengan persiapan mental dan ilmu yang baik, ibadah umroh akan terasa jauh lebih bermakna.


Hikmah Menjalankan Umroh Sesuai Sunnah

Mengikuti sunnah Rasulullah SAW bukan hanya menjadikan ibadah lebih benar, tetapi juga membawa banyak hikmah dalam kehidupan.
Di antaranya:

  • Menumbuhkan rasa tawadhu di hadapan Allah SWT.
  • Melatih kesabaran dalam menghadapi berbagai situasi.
  • Mengajarkan kedisiplinan mengikuti aturan syariat.
  • Mempererat ukhuwah sesama muslim dari berbagai negara.
  • Membersihkan hati dari kesombongan.
  • Mengingatkan bahwa semua manusia sama di hadapan Allah SWT.

Umroh bukan sekadar perjalanan fisik menuju Makkah, melainkan perjalanan spiritual yang mengubah cara pandang seseorang terhadap kehidupan.


Penutup

Menjalankan umroh sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW merupakan ikhtiar setiap muslim agar ibadah yang dilakukan benar-benar sesuai tuntunan Rasulullah. Mulai dari niat yang ikhlas, ihram di miqat, memperbanyak talbiyah, melaksanakan tawaf dengan tertib, sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga tahallul, seluruh rangkaian tersebut memiliki hikmah yang mendalam dan menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Kalau kamu sedang mencari perlengkapan ibadah, oleh-oleh khas Tanah Suci, sampai kebutuhan haji dan umroh yang lengkap dalam satu tempat, Alabsyar Store bisa jadi pilihan yang tepat. Mulai dari air zamzam, kurma premium, sajadah, tasbih, parfum Arab, hingga berbagai paket oleh-oleh haji dan umroh tersedia dengan kualitas yang terjamin dan harga yang bersahabat. Belanja pun jadi lebih praktis karena semuanya bisa diakses secara online tanpa perlu repot mencari ke banyak tempat. Kunjungi marketplace  Alabsyar Store  sekarang dan temukan berbagai produk pilihan yang siap menemani perjalanan ibadahmu maupun menjadi hadiah istimewa untuk keluarga dan kerabat.

5 Cara Mudah Mulai Jalan ke Baitullah

klik disini untuk mengobrol langsung

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie Kebijakan Cookie